Kamis, 4 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

    Nyai Luluk Farida

    Di BuKUPI, Nyai Luluk Farida Ajak Masyarakat Dukung Perjuangan Ulama Perempuan

    Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan

    BuKUPI 2026, Nyai Badriyah Tegaskan “Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan”

    BuKUPI

    Pera Sopariyati: BuKUPI 2026 Perkuat Independensi Gerakan Ulama Perempuan

    Raden Ayu Lasminingrat

    Di BuKUPI, Neng Hannah Kenang Kiprah Raden Ayu Lasminingrat dalam Memperjuangkan Pendidikan Perempuan Sunda

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Siswi

    Tidak Ingin Diabaikan: Kisah Siswi Tunagrahita yang Meminta Kesempatan yang Sama

    Feminisme Pesantren

    Feminisme Pesantren dan Manifesto Gerakan Nyai

    Memutus Rantai Kekerasan Seksual

    Memutus Rantai Kekerasan Seksual, Pesantren Perlu Perkuat Pengawasan

    Kitab Kuning

    Ketika Kitab Kuning Dibaca Ulang: Upaya Pesantren Membicarakan Kesetaraan dalam Keluarga

    Indonesia

    Masih Adakah Pancasila dalam Indonesia?

    Suara Disabilitas

    Dari Dialog Ibrahim-Ismail ke Meja Kebijakan: Refleksi Keterlibatan Suara Disabilitas

    Anak Berkebutuhan Khusus

    Mencintai Tanpa Membatasi: Belajar Melepas Anak Berkebutuhan Khusus untuk Mandiri

    Panduan Praktis Mengenali dan Menjaga Batas Diri di Pesantren

    Panduan Praktis Mengenali dan Menjaga Batas Diri di Pesantren agar Terhindar dari Pencabulan dan Kekerasan Seksual

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren, Nawaning Berjihad Lawan Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Vitamin

    Pentingnya Yodium dan Vitamin A bagi Ibu Hamil dan Menyusui

    Vitamin

    Vitamin dan Mineral yang Penting bagi Tubuh Perempuan

    Ekonomi Disabilitas

    Membangun Kemandirian Ekonomi Perempuan Penyandang Disabilitas

    Kekerasan

    Cara Perempuan Penyandang Disabilitas Melindungi Diri dari Kekerasan Seksual

    Kehamilan Disabilitas

    Perempuan Penyandang Disabilitas Berhak atas Kehamilan yang Sehat dan Hidup yang Aman

    KB

    Panduan Keluarga Berencana (KB) bagi Perempuan Penyandang Disabilitas

    Seksual

    Perempuan Penyandang Disabilitas dan Hak atas Hubungan Seksual yang Sehat

    Penyandang

    Perempuan Penyandang Disabilitas Juga Memiliki Hasrat dan Hak untuk Dicintai

    perempuan lansia

    Perempuan Lansia Bisa Berdaya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

    Nyai Luluk Farida

    Di BuKUPI, Nyai Luluk Farida Ajak Masyarakat Dukung Perjuangan Ulama Perempuan

    Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan

    BuKUPI 2026, Nyai Badriyah Tegaskan “Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan”

    BuKUPI

    Pera Sopariyati: BuKUPI 2026 Perkuat Independensi Gerakan Ulama Perempuan

    Raden Ayu Lasminingrat

    Di BuKUPI, Neng Hannah Kenang Kiprah Raden Ayu Lasminingrat dalam Memperjuangkan Pendidikan Perempuan Sunda

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Siswi

    Tidak Ingin Diabaikan: Kisah Siswi Tunagrahita yang Meminta Kesempatan yang Sama

    Feminisme Pesantren

    Feminisme Pesantren dan Manifesto Gerakan Nyai

    Memutus Rantai Kekerasan Seksual

    Memutus Rantai Kekerasan Seksual, Pesantren Perlu Perkuat Pengawasan

    Kitab Kuning

    Ketika Kitab Kuning Dibaca Ulang: Upaya Pesantren Membicarakan Kesetaraan dalam Keluarga

    Indonesia

    Masih Adakah Pancasila dalam Indonesia?

    Suara Disabilitas

    Dari Dialog Ibrahim-Ismail ke Meja Kebijakan: Refleksi Keterlibatan Suara Disabilitas

    Anak Berkebutuhan Khusus

    Mencintai Tanpa Membatasi: Belajar Melepas Anak Berkebutuhan Khusus untuk Mandiri

    Panduan Praktis Mengenali dan Menjaga Batas Diri di Pesantren

    Panduan Praktis Mengenali dan Menjaga Batas Diri di Pesantren agar Terhindar dari Pencabulan dan Kekerasan Seksual

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren, Nawaning Berjihad Lawan Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Vitamin

    Pentingnya Yodium dan Vitamin A bagi Ibu Hamil dan Menyusui

    Vitamin

    Vitamin dan Mineral yang Penting bagi Tubuh Perempuan

    Ekonomi Disabilitas

    Membangun Kemandirian Ekonomi Perempuan Penyandang Disabilitas

    Kekerasan

    Cara Perempuan Penyandang Disabilitas Melindungi Diri dari Kekerasan Seksual

    Kehamilan Disabilitas

    Perempuan Penyandang Disabilitas Berhak atas Kehamilan yang Sehat dan Hidup yang Aman

    KB

    Panduan Keluarga Berencana (KB) bagi Perempuan Penyandang Disabilitas

    Seksual

    Perempuan Penyandang Disabilitas dan Hak atas Hubungan Seksual yang Sehat

    Penyandang

    Perempuan Penyandang Disabilitas Juga Memiliki Hasrat dan Hak untuk Dicintai

    perempuan lansia

    Perempuan Lansia Bisa Berdaya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Menjaga Jari di Ruang Digital: Etika Qur’ani di Tengah Krisis Privasi

Dengan menerapkan tabayyun digital, pengguna media sosial dapat mencegah dan meminimalisir penyebaran hoaks, fitnah, dan disinformasi.

Salsabila Junaidi by Salsabila Junaidi
16 Desember 2025
in Publik
A A
0
Ruang Digital

Ruang Digital

22
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Karena tidak semua yang bisa dibagikan, perlu untuk dibagikan.

D.s. Adzro Junaidi

Mubadalah.id. Di tengah derasnya arus informasi, ruang maya telah hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Media sosial tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi telah menjadi ruang ekspresi, komunikasi, bahkan pembentukan identitas diri. Namun, di balik kemudahan tersebut, krisis privasi dan penyalahgunaan data pribadi semakin sering terjadi. Dalam konteks inilah, nilai-nilai Qur’ani dipandang relevan sebagai landasan etika bermedia sosial.

Ruang Digital dan Krisis Privasi

Ruang digital memang menjanjikan keterhubungan tanpa batas. Melalui media sosial, orang dapat membangun relasi, berbagi gagasan, dan mengekspresikan diri. Namun, di balik kemudahan tersebut, ruang digital juga menyimpan kerentanan. Ketika kesadaran etis tidak berjalan seiring dengan kecanggihan teknologi, alih-alih mempererat, ruang ini justru menciptakan luka dan sekat.

Krisis privasi tidak hanya lahir dari serangan siber atau sistem keamanan yang lemah. Tanpa disadari, para pengguna media turut berperan dalam ‘bengkak’nya kasus- kasus krisis privasi.

Dengan aktivitas kebiasaan berbagi informasi tanpa pertimbangan, bergelut di media tanpa batasan, serta kurangnya pengetahuan tentang teknologi yang bijak, menjadi cikal bakal maraknya kasus krisis privasi. Dalam situasi ini, hukum memang penting, tetapi belum cukup untuk membangun ruang digital yang aman. Di sinilah etika bermedia menemukan urgensinya.

Etika tidak hanya berfungsi sebagai aturan, tetapi juga sebagai kesadaran moral yang menuntun cara berinteraksi di ruang digital. Al-Qur’an menawarkan nilai-nilai yang relevan untuk membaca ulang praktik bermedia hari ini, terutama melalui konsep Amanah (seperti dlm Qs. Al-Ahzab ayat 72) dan Tabayyun (Qs. Al-Hujurat ayat 6). Keduanya mengajarkan tanggung jawab dalam menjaga data dan kehati-hatian dalam menyikapi informasi.

Amanah Digital sebagai Nilai Dasar

Dalam perspektif Al-Qur’an, manusia memahami amanah sebagai titipan yang menuntut tanggung jawab penuh dalam penjagaannya. Amanah tidak hanya menyangkut harta benda, tetapi juga mencakup informasi, kepercayaan, serta keselamatan orang lain. Atas dasar itu, umat dapat mengadaptasikan prinsip ini ke dalam kehidupan digital sebagai konsep amanah digital.

Manusia hendaknya mempraktikkan amanah digital dengan menjaga data pribadi, baik milik sendiri maupun milik orang lain. Dengan tidak serta-merta menyebarkan informasi yang diterima serta tidak menggunakan akses data secara sembarangan. Setiap unggahan, komentar, dan pesan harus menjadi pengingat, bahwa hal itu merupakan sebuah tindakan moral yang membawa konsekuensi tersendiri.

Di era media sosial, jari-jari berfungsi sebagai perpanjangan lisan. Karena itu, setiap kita perlu menahan jari-jari dari menyebarkan data sensitif, tangkapan layar pribadi, atau informasi rahasia. Kesadaran bahwa tidak semua hal yang bisa dibagikan harus dibagikan menjadi penanda penting dalam membangun etika amanah digital.

Tabayyun Digital: Saring Sebelum Sharing

Selain amanah, Islam menegaskan tabayyun sebagai prinsip fundamental dalam menyikapi informasi. Tabayyun memandu umat untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi sebelum menerima atau menyebarluaskan suatu kabar. Arus informasi digital yang cepat dan mudah dimanipulasi menuntut kita menjadikan prinsip ini sebagai pegangan bersama.

Dalam praktiknya, tabayyun digital mendorong pengguna media untuk memeriksa sumber informasi, mengecek keakuratan data, dan mempertimbangkan dampak sosial sebelum membagikan suatu konten. Pengguna tidak serta-merta mempercayai informasi hanya karena viral atau dibagikan oleh banyak orang. Sebaliknya, sikap kritis dan kehati-hatian perlu diutamakan dalam setiap interaksi digital.

Dengan menerapkan tabayyun digital, pengguna media sosial dapat mencegah dan meminimalisir penyebaran hoaks, fitnah, dan disinformasi. Prinsip ini juga melindungi privasi individu karena pengguna menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi personal tanpa dasar yang jelas dan izin yang sah. Oleh karena itu, tabayyun tidak hanya berperan sebagai etika informasi, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme perlindungan sosial di ruang digital.

Al-Qur’an dan Etika Bermedia

Ajaran-ajaran etis yang terkandung di dalam Al-Qurán tidak hanya mengatur relasi manusia di ruang fisik, tetapi juga memberikan panduan moral dalam interaksi virtual. Perkembangan teknologi komunikasi menuntut pembacaan ulang nilai-nilai keagamaan agar tetap kontekstual dan mampu menjawab persoalan yang semakin kompleks.

Krisis privasi tidak lagi sekadar soal masalah teknologi atau sistem keamanan. Ia menjadi persoalan sikap dan kesadaran batin. Ketika seseorang menyalahgunakan data, ia sejatinya sedang mengkhianati amanah. Sama halnya ketika menyebarkan informasi tanpa verifikasi dan klarifikasi berarti mengabaikan prinsip tabayyun. Karena itu, etika digital dalam perspektif Al-Qur’an menuntut kita untuk lebih bijak, berhati-hati, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas bermedia sosial.

Sebagai generasi muda, kita memegang peran penting dalam menghidupkan etika Qur’ani di ruang digital. Kita dapat memulainya dengan memperluas edukasi digital berbasis nilai-nilai Qur’ani, baik melalui komunitas, media sosial, maupun ruang-ruang diskusi publik yang kita akses setiap hari. Melalui langkah-langkah sederhana ini, kita ikut menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya amanah dan tabayyun dalam bermedia.

Kita juga perlu menanamkan identitas sebagai pengguna media yang beretika sejak dini. Media sosial tidak cukup kita isi dengan konten kreatif dan viral, tetapi perlu kita rawat dengan kesadaran moral dan tanggung jawab. Dengan kesadaran tersebut, kita dapat menghadirkan ruang digital sebagai ruang yang lebih aman, adil, dan berkeadaban—ruang yang tidak hanya ramai oleh informasi, tetapi juga hidup oleh nilai. []

Tags: Etikakontenmedia sosialRuang DigitalTabayyunviral
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

Next Post

Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

Salsabila Junaidi

Salsabila Junaidi

Related Posts

Memperlakukan Disabilitas
Disabilitas

Normalitas yang Menyingkirkan: Kritik atas Cara Kita Memperlakukan Disabilitas

7 Mei 2026
Ketidakadilan
Personal

Diammu Tak Pernah Netral, Mari Belajar Bersuara di Tengah Ketidakadilan

17 April 2026
SHECURE Digital
Publik

Peluncuran SHECURE Digital untuk Keamanan Perempuan dan Anak di Ruang Siber

16 April 2026
Denny Sumargo
Publik

Mengecam Podcast Denny Sumargo yang Rentan Melukai Korban Anak

14 April 2026
Lelaki
Personal

Lelaki yang Belum Tuntas

14 April 2026
Dunia Digital
Disabilitas

Maraknya Konten yang Merendahkan Teman Disabilitas di Dunia Digital

8 April 2026
Next Post
gerakan peradaban

Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Tidak Ingin Diabaikan: Kisah Siswi Tunagrahita yang Meminta Kesempatan yang Sama
  • Feminisme Pesantren dan Manifesto Gerakan Nyai
  • Pentingnya Yodium dan Vitamin A bagi Ibu Hamil dan Menyusui
  • Memutus Rantai Kekerasan Seksual, Pesantren Perlu Perkuat Pengawasan
  • Vitamin dan Mineral yang Penting bagi Tubuh Perempuan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0